Posts

Showing posts with the label al-Mujadilah

Sirah Bintu Rasulullah SAW; Sayidah Fatimah RA

Manaqib Sayidah Fatimah az-Zahra al-Batul binti Muhammad SAW Fatimah binti Muhammad (606/614 - 632) atau lebih dikenal dengan Fatimah az-Zahra (Fatimah yang selalu berseri) (Bahasa Arab: فاطمة الزهراء ) putri bungsu Nabi Muhammad SAW dari perkawinannya dengan istri pertamanya, Khadijah. Kelahiran & Kematian Fatimah dilahirkan pada hari Jumat, 20 Jumadil akhir di Mekkah, tahun kelima setelah kerasulan Nabi Muhammad[1], atau sekitar tahun 614 M (menurut tradisi Syi'ah) atau tahun 606 M (menurut Sunni). Tempat beliau dilahirkan ialah di rumah ayah dan ibunya. Beliau.rha wafat pada tahun ke-11 Hijriyah, enam bulan setelah wafatnya Rasulullah[2], dan dimakamkan secara rahasia di Pemakaman Baqi', Madinah. Pernikahan Ketika usianya beranjak dewasa, Fatimah Az-Zahra dipersunting oleh salah satu sahabat sekaligus orang kepercayaan Rasulullah, Ali bin Abi Thalib. Fatimah Az-Zahra tumbuh menjadi seorang gadis yang tidak hanya merupakan putri dari Rasulullah, namun juga mampu ...

Ya Tarim wa Ahlaha

Bismillah. Dulu, ketika di Tarim, saya pertama kali kenal dengan Burdah. Burdah adalah puisi karangan Imam Busiri berkenaan Rasulullah SAW. Dan burdah ini ada 10 fasal di dalamnya. Saya mendengar pelbagai jenis irama didendangkan untuk melagukan setiap fasl tersebut. Semakin saya dengar, semakin saya jatuh cinta dengan burdah ini. Semakin saya cuba memahami isi-isinya, semakin saya rindu untuk bertemu dengan Baginda Rasulullah SAW. Dan pagi ini, saya terkejut saat tok bilal (mungkin) di masjid menyuruh membelek muka surat tertentu dan ternyata muka surat tu diisi dengan bait-bait burdah. Masa tu, terus teringat kat Tarim, rindu sangat. Kata sahabat saya, kalau kita sedih, selalulah sebut 'Ya Tarim wa Ahlaha'. Ahlaha yang dimaksudkan di sini bukanlah sebarang ahli, kerana yang berada di Tarim itu adalah wali-wali Allah, orang-orang yang dekat dengan Allah. Sebab itu jugalah Tarim dikenali sebagai Kota Sejuta Wali. Alhamdulillah bila baca burdah itu, rindu kepada Tarim itu ...